Kalibrasi dan Tera

1.    Pendahuluan

Dewasa ini kebenaran hasil ukur sudah menjadi kebutuhan terutama di bidang pengawasan dan pengendalian mutu. Meskipun sebagian masyarakat masih menganggap bahwa kalibrasi merupakan salah satu pemenuhan syarat akreditasi, namun ternyata kalibrasi sangat diperlukan dalam pengendalian mutu produk terutama ketika akurasi dibutuhkan.

Sudah menjadi kegiatan yang biasa ketika para penera melakukan peneraan alat ukur di pasar seperti timbangan, literan, dan sebagainya. Lalu kegiatan ini sering dilaporkan memasuki wilayah industri dan laboratorium penguji. Akibatnya timbul pertanyaan dari pemilik alat tentang keharusan tera atau kalibrasi. Terlebih di bangku sekolah menengah telah dikenal istilah peneraan alat gelas, maka kerancuan penggunaan istilah tera dan kalibrasi menjadi hal  penting untuk dijelaskan.

Artikel ini mencoba memberikan penjelasan yang sederhana tentang perbedaan kegiatan tera dan kalibrasi untuk menjadi bekal pengetahuan bagi para petugas kalibrasi khususnya dan bagi masyarakat umumnya.

2.    Definisi

Kalibrasi menurut  VIM-1993 adalah serangkaian kegiatan dibawah kondisi tertentu untuk menetapkan hubungan antara nilai yang ditunjukkan alat ukur atau sistem pengukuran atau nilai yang dimiliki oleh bahan ukur atau bahan pembandiing dengan nilai yang diberikan oleh standar. Sedangkan tera menurut Undang-undang Metrologi No. 2 tahun 1981 adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai.

Ini berarti bahwa setiap alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) harus ditera sebelum dipakai. Menurut PP No. 2 Tahun 1985 tentang kewajiban dan pembebasan tera dinyatakan pada pasal 5 ayat 1 bahwa UTTP yang digunakan untuk pengawasan  di dalam perusahaan atau tempat-tempat yang ditetapkan oleh Menteri, dapat dibebaskan dari tera ulang. Alat dimaksud meliputi peralatan laboratorium penguji, unit produksi, serta peralatan yang digunakan dalam pelayanan jasa. Meskipun pembebasan tersebut dapat diperoleh melalui ijin menteri sebagaimana dinyatakan dalam ayat 2.

3.    Satuan

Satuan yang digunakan dalam kalibrasi dan tera pada prinsipnya sama yaitu satuan SI. Satuan yang bukan SI seperti ons tidak boleh digunakan dalam tera maupun kalibrasi. Persepsi yang sudah terlanjur meluas dikalangan masyarakat dapat menimbulkan bahaya yang tidak kecil karena menggunakan satuan bukan SI. Beberapa contoh dibawah ini kiranya menjadi renungan karena satuan telah diajarkan kepada kita semasa di sekolah lanjutan yang semoga kini sudah berhenti:

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)

 

1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)

 

1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)

4.    Metrologi

Metrologi adalah ilmu pengetahuan tentang ukur mengukur (science of measurement) secara luas meliputi pengujian, pengendalian mutu, dan jaminan mutu dengan kegiatan pokok:

a.    menentukan satuan pengukuran yang berterima secara internasional, missal meter;

b.    realisasi unit pengukuran dengan metode ilmiah, missal meter melalui penggunaan laser;

c.    menetapkan rantai ketelusuran dengan menentukan dan mendokumen-kan nilai serta akurasi pengukuran kemudian menyebarluaskannya, missal hubungan antara micrometer sekrup yang digunakan di bengkel dengan mmetrologi optic untuk besaran panjang di laboratorium primer.

Menurut Howarth & Redgrave (2008), mmetrologi terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

a.    mmetrologi ilmiah, mengelola dan mengembangkan pengukuran standar serta pemeliharaannya;

b.    mmetrologi industri, memastikan kelayakan fungsi instrumen ukur yang digunakan di bidang industri dan proses pengujian,  untuk menjamin mutu kehidupan masyarakat dan untuk maksud akademik;

c.    mmetrologi legal, melibatkan pengukuran yang berdampak pada transaksi ekonomi, khususnya jika mempersyaratkan verifikasi legal atas instrumen yang bersangkutan.

Di Indonesia mmetrologi legal berada di bawah wewenang Departemen Perdagangan dan Dinas Metrologi di berbagai propinsi, sedangkan mmetrologi industri dilakukan terkait dengan kebutuhan pengendalian mutu produk dan jasa.

5.    Beberapa perbedaan

Selain perbedaan yang telah diuraikan di atas terdapat beberapa perbedaan lainnya sebagaimana tampak pada table di bawah ini

 

Parameter Tera Kalibrasi
 

Aturan

 

Sifat aturan

 

Personil

 

Tujuan

 

Jenis peralatan

 

Instansi pengelola

 

Hasil pekerjaan

 

Selang waktu

 

Pengecekan antara

 

 

UU No.2 1981

 

Wajib

 

Disumpah

 

Transaksi yang adil

 

Semua alat ukur yang akan digunakan

Departemen Perdag.

 

Tanda Tera, Srt. Ket.

 

Diatur UU No.2 1981

 

Tidak diketahui

 

ISO 17025 : 2005

 

Suka rela

 

Belum ada aturan

 

Ketelusuran

 

Lab, produksi, jasa

 

Lab Kalibrasi

 

Label, Sertf. Kalibrasi

 

Sesuai sifat alat.

 

Diantara selang kalibrasi

 

6.    Penutup

Menyikapi perbedaan mendasar antara kalibrasi dan tera, sudah merupakan kewajiban para petugas kalibrasi dan pihak berwenang untuk turut memberikan pemahaman yang tepat di antara keduanya kepada masyarakat pengguna jasa kalibrasi demi terwujudnya sistem mmetrologi yang kosisten dan tidak tumpang tindih.

Dewasa ini beberapa lembaga yang menangani mmetrologi legal seperti Direktorat Metrologi dan Dinas Metrologi di daerah berperan ganda sebagai laboratorium kalibrasi. Tarif kalibrasi yang dirancang oleh Departemen Keuangan lebih tinggi daripada biaya tera. Hal ini memerlukan peninjauan ulang atas biaya tera agar tidak terjadi kesenjangan diantaranya.

7.    Referensi

a. Howarth, P & Redgrave, F (2008). Mmetrologi – In Short. 3rd Edition, Euramet, Schultz Grafisk, Albertslund, p. 10.

b. Peraturan Pemerintan No. 2 tahun 1985 tanggal 7 Januari 1985. Wajib dan Pembebasan untuk Ditera dan/atau Ditera Ulang serta Syarat-syarat bagi Alat- alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya;

c. Undang-undang No. 2 tahun 1981 tanggal 1 April 1981. Metrologi Legal;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: